Aku
Perkenalkan, aku Dwi Andayani. Jika
kamu melihatku pertama kali, kamu pasti akan melihat ada yang berbeda dengan
bentuk fisik bibir dan hidungku. Lebih tepatnya aku menyandang cleft palate sejak lahir. Aku beruntung, 15 tahun lalu sempat
menjalani operasi di Rumah Sakit Dr.Seotomo Surabaya. Namun operasi itu tak sepenuhnya
mengubah cara berbicaraku.
Ya, orang berkata, aku bindeng.
Terkadang saat pertama kali bertemu lalu menanyakan sebuah nama, pasti ada saja
yang tak sesuai dengan yang ku ucapkan. Namaku Dwi, mereka mendengarnya Umi,
Uwi, Uli, dll. Saat itulah aku langsung menghela nafas sejenak lalu mengambil secarik
kertas/HP untuk menuliskan namaku. Jika tak begitu aku akan berusaha mengeja
satu per satu hurufnya atau mengulangnya beberapa kali.
Seringkali aku mengalami hal yang
seperti ini. Bahkan pernah dicaci maki karena keistimewaan yang ada padaku ini.
Bukan hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali. Telinga ini sampai kebal dengan
perkataan mereka yang menyayat hati.
Fisikku memang tak sempurna.
Namun tak menjadikanku patah semangat menjalani hari-harinya. Inginku berbagi
cerita lewat tulisan yang ada. Siapa tahu menjadi ladang pahala untuk bekal
akhiratku kelak.
Memang, tulisanku tak sebagus
sastrawan terkemuka, masih sangat jauh dari kata sempurna dan layak baca. Namun
aku akan berusaha dengan kemampuan yang ada untuk menuliskannya sesuai dengan
gaya bahasaku saja.
Bismillah…
Jika ku tak mampu memanjangkan tangan, setidaknya aku berusaha berbagi
lewat tulisan.
Surabaya, 21 Desember 2020
Dianda Avicenna