Modal Bisnisnya Berapa, Mbak?
Saya ini sebenarnya belum ahli di
bidang bisnis/dagang/atau apalah itu sejenisnya. Lha hingga saat ini saja saya
masih bingung membedakan antara dagang dan bisnis. Katanya ada perbedan, namun
dimataku semua ku anggap sama. Ah dasaarr aku ini.
Kalau ditanya berapa modal
bisnisnya, wah aku jadi bingung jawab nominalnya. Karena selama ini modalku itu
hanya jari, dan itupun jarinya orang. Guyonannya sseperti itu. Kayak yai Edi,
panutannya sahabatku. Dia bilang modal dengkul, itupun dengkulnya orang.
Kok bisa mbk gak pake modal?
Bisalah. Nyatanya sampai sekarang
Alhamdulillah masih ada saja orderannya. Tak lain semua atas campuur tangan
Allah tentunya. Masak iya harus aku tuliskan. Kalian pasti lebih paham lah ya.
Jadi gais, sistem
dagang/bisnis/jualan yang aku jalankan selama ini itu adalah mengguunakan
sistem dropship. Jadi anggap aja aku itu menjadi seorang marketer. Itu loh, orang-orang
yang menawarkan barang/jasanya. Nah, ketika ada customer yang mau order,
barulah aku memesan barang tersebut. Jadiii, aku dapat keuntungan langsung dari
jualan tersebut dan aku tidak ada risiko rugi karena barang menumpuk.
Banyak loh dunia bisnis sekarang
ini yang memakai sistem dropshipper. Eh, tapi kita kudu lebih jeli dalam memilih agen bisnis
kita ya gais. Makin canggih teknologi sekarang, makin marak juga dunia
kejahatan. Hati-hatii banyak penipuan diluar sana. Bukan hanya dengan nominal
ribuan tapi bisa sampai jutaan hingga ratusan juta.
Kalau memang mau benar-benar
ingin berkecimpung dalam dunia bisnis, modalnya itu “NEKAD”. Kalau gak nekad,
ya gak bakal meningkat. Makanya, yok mulai belajar bisnis dari sekarang.
Jalankan. Jangan hanya bertanya ilmunya tanpa mempraktekkan dalam dunia nyata.
Zaman now, banyak sekali akses
untuk mendapati ilmu tentang dunia bisnis. Asalkan kamu mau belajar dan
memulai. Udah gitu aja.
Aku pribadi sih memang belum
banyak ilmunya. Paling banyak itu malah belajar otodidak dari
kesalahan-kesalahan yang pernah ku alami
selama ini. Selama ini aku masih belum memiliki mentor bisnis gais. Jadi pure
aku itu belajar dari banyak sumber. Memperhatikan pola-pola bisnis dari
berbagai arah.
Saranku, belajarlah pada ahlinya.
Kalau belajar dariku, pasti bakal tak ceritain tentang perjalanan bisnisku.
Aneh kan ya aku ini? Haha. Ya memang begitu. Karena aku sendiri belum bisa
menjawab pertanyaan-pertanyaan berat.
Dianda Avicenna,
Surabaya, 24 Januari 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar